Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Februari 2011

Kiat-kiat Ketenangan Jiwa



Di zaman maju ini betapa banyak orang menderita ketegangan, kecemasan, panik, depresi, tidak puas, disharmoni, gelisah, kecewa, curiga berlebihan, dan lainnya sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang mengganggu jiwa atau batinnya. Dengan kenyataan ini, ketenangan jiwa semakin mahal harganya dan akan semakin didamba banyak orang.

Dulu, ada pepatah: “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat (men sana in corpore sano),” kini justru dipercaya kebalikannya, bahwa “Dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat,” karena ternyata banyak orang yang tubuhnya segar bugar tapi jiwanya sakit, sementara ada orang yang meski tubuhnya sakit tapi jiwanya tetap sehat.

Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. merupakan modal utama mencapai dan menjaga kesehatan jiwa. Penelitian menunjukkan masyarakat yang religius lebih kecil resiko terkena gangguan kejiwaan dibanding mereka yang tidak religius dalam kehidupan sehari-harinya.

Berikut ini adalah kiat-kiat untuk menggapai ketenangan jiwa sebagaimana diajarkan atau disemangati oleh agama kita, Islam, yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits Nabi saw. Dalil-dalilnya terpaksa tidak kami tulis demi kepraktisan.

Secara Umum

1. Tidak memaksakan diri di luar batas kemampuan. Tidak ada “takalluf” (pemaksaan diri) dalam agama Islam. Islam justeru menyeru bermadya (al-qosda); berlaku sedang, tengah, dan wajar.

2. Menghindari dosa. Pelanggaran terhadap aturan agama atau dosa memberikan pengaruh yang tidak baik pada jiwa. Dosa menjadikan kita tidak tenang, takut, dan was-was. Kita takut dosa itu diketahui orang lain.

3. Dzikir, mengingat Allah swt. Ia menumbuhkan keyakinan diri, mendekatkan komunikasi diri kepada Allah swt., dan menjadikan hati tidak kering. Dzikir bisa berupa sholat, (paling tidak sholat lima waktu, apalagi bila ditambah tahajjud), membaca al-Qur’an, membaca doa-doa, dan sebagainya.

4. Melihat, membaca, menyimak, dan memperhatikan perilaku atau sejarah keteladanan orang-orang shaleh. Pepatah mengatakan, “Saat orang-orang shaleh dituturkan, turunlah rahmat-rahmat.”

5. Ringan tangan, suka menolong, dan dermawan (sakho’). Tidak melihat diri. Tidak melihat apa yang telah dia keluarkan bagi orang lain. Bermanfaat bagi orang banyak.

6. Lapang dada (salamatus shadri). Hatinya dijauhkan dari dengki, iri hati, dendam, takabur, prasangka buruk, dan semacamnya.

7. Menasehati khalayak (an-nushu lil ummah) atau berdakwah atau ta’lim. Alangkah bahagia melihat ilmu yang kita berikan diterima dan diamalkan orang lain. Orang-orang awam menjadi lepas dari kebodohannya. Dikatakan, “Amal yang menyebar manfaatnya kepada khalayak lebih utama daripada amal yang manfaatnya terbatas pada diri sendiri.”

8. Berlaku santun (al-hilmu) dan tidak tergesa-gesa (al-anah). Terburu-buru dan reaktif terhadap situasi yang mengelilinginya merupakan tanda ketidaktenangan jiwa. Dengan berfikir jernih, terencana, dan tidak gegabah, jiwa menjadi tenang.

9. Puasa dalam arti khusus maupun puasa dalam arti umum yaitu menahan diri (imsak). Puasa bisa menstabilkan jiwa. Para ulama banyak memaknai sabar dalam al-Qur’an sebagai puasa.

Terkait dengan Keilmuan

10. Menambah ilmu. Wawasan menjadi luas, tidak berpikiran sempit. Kapan dan dimana pun kita adalah tholib (pencari ilmu). Tidak merasa puas diri ibarat merasa besar di dalam akuarium kecil. Di atas orang yang alim ada yang lebih alim lagi. Betapa tinggi ilmu Nabi Musa as., namun Allah swt. memerintahkannya tetap memburu ilmu dari Nabi Khidlir as.

11. Memahkotai ilmu yang dimiliki dengan akhlak terpuji, meliputi makrifat (kesadaran), tawadhu’ (kerendahan hati), amal, dan taqwa. Ilmu tidak akan bermanfaat dengan sendirinya. Orang yang berilmu harus sadar diri. Ikhlas. Berilmu tapi sombong dibenci masyarakat. Ilmu tanpa amal, jiwa terasa dikejar-kejar. Dan seandainya ilmu menjadi baik tanpa taqwa, maka manusia termulia di bumi adalah Iblis.

Terkait dengan Kekayaan/Materi

12. Melihat kepada orang/tingkatan yang berada di bawahnya.

13. Menyadari kekayaan yang hakiki dan atau tempat kembali yang hakiki, bahwa harta yang kita makan akan menjadi kotoran dan yang kita pakai akan menjadi rusak, dan begitu kita mati, itu semua menjadi milik ahli waris, sementara yang kekal adalah sedikit harta yang telah kita sedekahkan untuk perjuangan/dhuafa’.

14. Ridho dan puas terhadap pembagian yang diterimanya. Apa yang ada dinikmati.

Terkait dengan Ujian

15. Sabar dan tegar menerima ujian, karena semua telah diatur oleh Allah swt.

16. Ihtisab, yakni mengharap pahala dari Allah swt. atas musibah yang menimpanya.

17. Meyakini di balik ujian ada pelajaran (hikmah) dan setelah kesusahan pasti ada kegembiraan.

Terkait dengan Kehidupan Berumah Tangga

18. Suami tasamuh (toleran) terhadap isteri.

19. Suami taghoful (melupakan perangai isteri yang tidak disukai) karena di balik satu hal yang tidak dia sukai masih begitu banyak hal yang dia sukai dari isterinya.

20. Suami memenuhi hak-hak isteri.

21. Suami tabah, sabar, dan tahan atas gangguan dari isterinya.

22. Suami mendidik dan membimbing isteri dengan baik dan lembut, sebab bila pendidikan dilakukan dengan keras niscaya terjadi cerai, sedang bila tidak dididik atau dibiarkan sama sekali, isteri akan tetap pada kebengkokannya.

23. Isteri patuh pada suami.

24. Istreri diam begitu suami bicara.

25. Isteri tekun beribadah.

26. Isteri menjaga kehormatan dirinya, memelihara kehormatan suami dan hartanya, serta menjaga anak-anaknya.

Terkait dengan Kehidupan Berjamaah

27. Hidup berjamaah dengan suatu misi kebenaran yang mengikatnya. Indah. Penelitian menyatakan hidup mengisolir diri atau individual adalah sumber berbagai penyakit kejiwaan. Di setiap jamaah manapun pasti ada konflik. Tapi bila kita pandai mensikapinya, itu akan membuat kita dewasa dan matang. “Seburuk-buruk kehidupan berjamaah lebih baik daripada hidup sendirian.”

28. Taat pada murabbi sekaligus pada sistem yang dibina olehnya. Kita bergaul dengan orang-orang yang jujur. Kita mempunyai pembimbing. Ada yang mengingatkan begitu kita teledor dan menyimpang. Perhatikanlah orang yang tidak patuh pada komandan/komando, jauh dari murobbi, jiwanya bisa goncang.

29. Silaturrahim. Memperbanyak teman, melenyapkan permusuhan.

30. Menghilangkan ghill dan mengedepankan husnuddzon kepada sesama jamaah. Kedengkian dan prasangka buruk adalah belenggu dalam jiwa.

Terkait Dalam Sikap

31. Tafakkur dan tadabbur alam dalam rangka menyegarkan jiwa yang lelah (refreshing).

32. Istiqomah, dalam arti ulet, tekun, konsisten, teguh memegang prinsip, dan bersungguh-sungguh. Tangguh.

33. Optimis. Percaya diri. Tidak berputus asa. Pantang menyerah. Ibarat dian yang tak kunjung padam. Betapapun rintangan menghadang. Tentu, setelah kiat-kiat tersebut di atas dilaksanakan. Sebab, optimisme tanpa kerja keras tak ubahnya mimpi.

Senin, 21 Februari 2011

Tips Agar Cowok Disukai Cewek



1. Sopan Santun
Siapapun pasti setuju dan sangat perhatian banget pada hal satu ini – bahkan di urutan pertama deret tipe cowok yang disukai oleh cewek. Hal-hal kecil seperti membukakan pintu dan sebagainya menjadi poin bagi si cowok. Pokoknya gimana deh yang terbaik dalam hal sopan santun yang ditunjukin si cowok ke cewek – merupakan nilai pertama.
Eits, tapi tunggu dulu. Harus dingat juga lho kalo sopan santun tersebut ngga hanya ditunjukin ke target cewek yang kamu sukai. Akan lebih bagus lagi jika kamu memberikan perlakuan yang sama dengan keluarganya, keluargamu sendiri dan orang-orang di sekelilingmu.
Cewek kalo udah tertarik ke satu cowok, atau ada cowok yang ngedeketin dia, pasti dia bakal cari tau gimana si cowok sebenernya edetail-detailnya!



2. Jagalah Kebersihan!
Haha. Poin kedua ini kayak di pelajaran SD aja yah. Tapi jangan sepelekan, justru nilai-nilai moral yang dulu dipelajari di SD, terasa kan manfaatnya. Hihi. Yup! Cewek pastinya tetep ngeliat penampilan si cowok, hanya bedanya adalah definisi penampilan yang saya sebutin di poin kedua ini bukan soal perawakan si cowok aja. Ngga hanya penampilan atau tampang si cowok yang dilihat, tapi kebersihannya juga. Nah, itu dia yang namanya berpenampilan menarik dan mengesankan!
Ngga kebayangkan kalo pas kamu ngobrol sama si cewek, do’i malah ilfil sama kamu gara-gara nafas kamu bau banget!



3. Mampu Berkomunikasi dengan Baik
Kamu pastinya udah bisa bicara, menulis dan membaca, kalo berkomunikasi dengan baik? Ya iyalah, Hel, masa ya iya dong. Huhu. Yakin nih?
Berikut beberapa hal yang boleh kamu ingat jika bercakap-cakap dengan satu orang cewek/wanita:
Selera humor.
Disamping kamu punya selera humor yang bagus, tentu cowok juga harus bisa diajak bicara serius.
Bisa membuat obrolan jadi menarik
Mampu mengobrol dengan wajar tanpa dibuat-buat.
Sesekali bertanya. Hehe. Biar percakapan terus berlanjut gitu loh.
Yang terakhir nih, cewek biasanya paling seneng jika cowok bisa mengingat cerita si cewek.



4. Hindari Menggoda Si Cewek.
Kalo kamu bicaranya sama gadis alias cewek ‘playgirl’ yang nafsuan boleh lah. Tapi, kalo cewek dan wanita tersebut ‘pintar’, tentunya dia bakal muak banget dengan cowok yang suka menggoda dan menggunakan bahasa tubuh atau cerita-cerita yang merangsang.
Buat para cewek juga, coba deh kita mikir, kalo si cowok seneng banget menggunakan trik ‘merangsang’ agar disukai cewek atau si cewek bakal terenyuh – nih cowok kemungkinan besar sering nerapin juga ke target cewek terdahulunya! Ngga banget kan…

5. Fokuskan Pada Satu Cewek/Wanita
Disukai banyak wanita boleh jadi impian setiap cowok. Tapi, kalo kamu nerapin hal tersebut dalam kehidupan cinta kamu, yakin deh kamu bakal ngga dapat satu pun. So, fokus aja ke satu cewek. Gila aja, kalo kamu mau nyoba ngedeketin beberapa cewek sekaligus.

Intinya, jadi apa adanya diri kamu aja deh, tentunya dengan ‘pembawaan’ yang menarik. Kayak yang udah disebutin di atas tadi, gimana sikap kamu, cara kamu mengobrol, dan cara kamu memperlakukan si cewek, itulah tipsnya disukai oleh cewek!

Lebih lanjut tentang: Tips Agar Cowok Disukai Cewek



1. Lakukan Segala Aktivitas dengan Ikhlas, Sabar, dan Syukur
Apa pun yang kita lakukan awalilah dengan keikhlasan. Ikhlas berarti melakukan sesuatu tanpa pamrih. Yakinlah, ketika kita melakukan sesuatu dengan tidak ikhlas„ bersiaplah untuk kecewa. Kalau saja kecewa merupakan hasil dari sesuatu yang kita lakukan, penyakit stres pun akan menghampiri kita. Sekian persen energi kita akan terbuang percuma hanya untuk sebuah kekecewaan.
Ikhlas akan menjauhkan kita dari kekecewaan. Ikhlas menjadikan kita memiliki kepedulian social yang tinggi. Apalagi keikhlasan tersebut dibarengi rasa sabar, akan membentuk pribadi yang tangguh, bijak, dan dewasa dalam bertindak.

Sabar dalam bertindak berarti kita melakukan sesuatu tanpa tergesa-gesa atau terburu-buru. Tidak ada suatu pekerjaan (aktivitas) yang dilakukan dengan tergesa-gesa akan menghasilkan hal yang menyenangkan. Biasanya ketergesagesaan akan melahirkan kekecewaan, sebab kita melakukan sesuatu tanpa perencanaan dan perhitungan yang matang. Kegundahan terus merasuki diri.
Sabar harus menjadi bagian hjdup kita. Rasa sabar akan menuntun kita selalu bertindak menjadi penebar kesejukan pada semua orang. Rasa sabar membantu kita mampu mengontrol emosi dengan balk. Kalau saja rasa sabar sudah menyatu dalam diri kita, rasa syukur pun akan menghiasi kehidupan kita. Ada semacam sandaran vertikal yang begitu kokoh yang selalu menuntun kita dalam setiap gerak dan langkah kehidupan.

2. Berpikir Positif
Marah, kecewa, cemburu, iri, dan dengki adalah sumber stres. Karena itu kita harus menjauhinya. Berpikirlah positif terhadap siapa pun dan apa pun yang kita lakukan. Jangan kotori pikiran dan hati kita dengan hal-hal yang dapat merusak ketenteraman atau ketenangan diri. Selalulah mengambil hikmah dan hal-hal yang positif dari setiap aktivitas yang kita lakukan kepada siapa pun dan di mana pun.

3. Kondisikan Hidup Menyenangkan
Beban hidup yang tinggi, masalah yang bertumpuk, dan tanggung jawab yang besar sering menjadi sumber stres. Jika ini terjadi, biasanya akal sehat kita terkalahkan oleh emosi. Jangan putus asa, kondisikan hidup ini menyenangkan. Anggaplah kita sebagai orang yang mampu memecahkan segala masalah dengan bijaksana. Selalulah berpikir bahwa kita ini termasuk orang yang memiliki pribadi yang menyenangkan.

4. Santai
Lakoni hidup ini dengan hal-hal yang menyenangkan dan segarkan pikiran dari hal-hal yang menjemukan. Lepaskan diri dari kepenatan yang melanda. Berusahalah untuk mencuri waktu sejenak guna melenturkan otot saraf yang terasa menegang. Prinsipnya melakukan sesuatu jangan terlalu dipaksakan. Lakukan segala aktivitas secara terencana dan dalam keadaan santai.

5. Menjaga Kesehatan
Menjaga kesehatan adalah hal yang penting dalam hidup ini. Sehat jasmani dan rohani akan berpengaruh pada kepercayaan diri kita dalam beraktivitas. Hanya orang sehat (jasmani dan rohani) yang mampu berkomunikasi dengan baik. Sehat jasmani tentu sangat didukung oleh pemahaman kita pada pola-pola hidup sehat. Kita senantiasa menjaga keseimbangan makanan. Tidak berlebihan atau tidak kekurangan.

5. lstirahat
Tubuh memiliki keterbatasan daya tahan. Karena itu, jangan pernah meremehkan hak badan (istirahat). Istirahat yang cukup (7-8 jam) akan memberikan kesegaran tubuh. Istirahat adalah salah satu wujud kepedulian dan cinta kita pada diri sendiri. Tanpa ini berarti kita tidak mencintai diri sendiri. Istirahat sangat membantu memulihkan kondisi tubuh dan membantu kita untuk selalu tampil fresh (percaya diri).

6. Sikapi Kegagalan Secara Wajar
Setiap aktivitas yang kita lakukan pasti mengandung risiko (apakah risiko yang menyenangkan atau menyebalkan). Yang agak sulit adalah menghadapi atau menerima kegagalan, sebab terkadang kita tidak siap menerima kegagalan. Bahkan tak jarang ketika kita harus menerima kegagalan seakan kita kehilangan energi untuk menghadapinya. Akibatnya, kita pun sering putus asa, menyerah atau pasrah pada keadaan. Padahal kegagalan adalah hal yang biasa dalam hidup ini clan tentunya juga harus disikapi secara wajar. Yang terpenting adalah setiap kali kita menemukan kegagalan kita mau mengevaluasi diri dan berusaha bangkit dari kegagalan tersebut.

7. Peduli dengan Lingkungan
Menciptakan lingkungan yang kondusif adalah cara yang tepat menghindarkan diri dari munculnya stres. Peduli dengan lingkungan tidak hanya semata-mata menjaga kebersihan tetapi sejauhmana kita mampu menciptakan suasana yang kondusif dalam menunjang prestasi diri. Misalnya, gemar (aktif) melakukan kegiatan sosial atau membantu teman/ orang lain secara suka rela. Kepedulian terhadap lingkungan akan memberikan manfaat yang besar bagi hidup kita. Du-kungan yang besar akan selalu kita peroleh atau dengan kata lain lingkungan menjadi begitu bersahabat dengan kita ketika kita begitu peduli dengan lingkungan.

8. Refreshing
Kehidupan ini yang begitu sarat dengan perubahan terkadang menyisakan persoalan-persoalan yang membutuhkan antisipasi diri. Keterbatasan kemampuan yang dimiliki manusia menyebabkan kita harus andai-pandai menyiasati keadaan. Bila tidak, kita akan menanggung akibatnya. Letih, lemah, lesu, atau capek dan sebagainya adalah potret diri yang menunjukkan adanya keterbatasan dalam diri kita. Robot saja yang mampu bekerja tanpa henti (dengan kendali remote control) suatu saat akan mengalami penurunan kualitas kemampuan. Kuda pedati yang memiliki tenaga luar biasa juga tidak mampu terus menerus bekerja tanpa henti.